Postingan

Menampilkan postingan dengan label bercerita

Measuring The Comfort Zone

Gambar
cr Sampai di titik sekarang kita berada, pasti pernah seenggaknya sekali baca kalimat, “ Change begins at the end of your comfort zone. ” Quote tentang zona nyaman ini sendiri aku baca pertama kali waktu duduk di bangku sekolah. Gak hanya ¬quote-nya aja, sampai sekarang pun udah di luar kapasitas jari tangan dan kaki denger ceramah banyak orang tentang pentingnya “keluar dari zona nyaman” ini sendiri. Tapi pernah gak kepikiran, Memang dalam cakupan apa sih zona nyaman kita yang harus ditinggalkan ini? This question popped off in my head when I was a child, sampai akhirnya setelah lulus bangku sekolah dasar pun aku masih gak bisa jawab pertanyaan ini. Later on, I know it was because back then, I haven’t felt any uncomfortable feelings… yet. Sampai akhirnya kehidupan bangku sekolah menengah pertama datang, dan disuguhkanlah kehidupan asrama yang buat aksi ‘meninggalkan rumah’ jadi sebuah keharusan. Seminggu di asrama, satu yang aku pahami setelah itu; “Asrama bukan comfort zone aku.” Pa...

Or Maybe, Being Clueless (In An Era that Slightly Force You to Become An Omniscient); Is Not A Bad Thing After All

Gambar
Growing up and have (just) reached eighteen, there is a thing I believe people around my age currently have concerns about (especially and specifically, in this era) is not only our way to know and understand about things around us; but also, our desire to know everything so much to the point that we ended up becoming afraid and feel left behind when we don't.  (Even when we actually do not need to know those things since it is actually not necessary or even worse, it may hurt us––but we did look up to those things anyway... and regret it later ) credit I used to be this kind of child that gets curious about everything that gets inside my sight, but t he thing is I keep all the questions by myself. When I was a child, I only let it out one by one, per day. It was hard for me to open up and ask anything to another person, either I felt my questions were too nonsense or I didn’t have enough courage to talk to the others. Not to forget that I am...

Tentang Nggak Buka Gawai dan Tujuh Bulan Puasa Instagram.

Gambar
credit Awal bulan Juli 2019 lalu, saya dan keluarga dikasih rezeki sama yang di atas buat nyempetin berlibur beberapa hari. Liburan ini sebenernya juga dalam rangka ngunjungin si Mas yang ada acara di kampusnya. Dalam liburan kali itu, nggak tahu kenapa, saya emang niatin buat nggak mau buka handphone.  Nggak tahu kenapa tapi sesimpel ya males aja. Berhubung juga waktu seminggu sebelum berangkat, saya ikut kursus di ibukota yang jadwalnya padet banget (puol), alhasil ketika kursus udah selesai dan waktunya berangkat liburan, yang dimana liburannya udah mepet sama tanggal seharusnya masuk sekolah dan mulai kelas dua belas (yang saya  mikirnya bakal jadi tahun tersibuk dengan urusan dunia persiapan perkuliahan jadi gaada waktu buat bisa libur tenang–WHICH IS TRU.), alhasil waktu mau berangkat saya cuma mikirin gimana saya nikmatin ajalah liburan kali itu sepenuhnya, dan waktu itu memilih menikmati dengan cara nggak buka handphone .